Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Maret 2017

MAJELIS DZIKIR

Sebagaimana dzikir itu diakibatkan (mustajab), demikian pula duduk di majelis orang-orang yang berdzikir. Dalil-dalil yang berhubungan dengan ini sungguh banyak dan Inshaa Allah akan disebutkan terperinci pada tempatnya. Pada fasal ini hanya disebutkan beberapa buah saja, antara lain.

Dari Ibnu Umar r.a Rasulullah SAW bersabda :

“Apabila kamu melewati kebun-kebun surga, maka tempati dan nikmati olehmu. Para sahabat bertanya : “ hai Rasulullah ! Apa kebun surga itu?” Rasulullah SAW menjawab : “ ialah majelis-majelis dzikir, karena Allah mempunyai pengelana-pengelana dari para malaikat yang selalu mencari majelis-majelis dzikir. Apabila mereka datang ketempat itu, mereka duduk bersama-sama orang yang berdzikir itu.”

Diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya dari Mu'awiyah r.a

“Rasulullah SAW keluar dari rumahnya menuju sebuah majelis tempat berkumpul sahabat-sahabatnya, ia bersabda : “Mengapa kamu duduk-duduk bersama disini?” mereka menjawab : “kami duduk disini berdzikir mengingat Allah Ta'ala dan bertahmid mengucapkan puji kehadirat-Nya atas hidayah dan nikmat yang diberikan kepada kami sehingga memeluk agama Islam. Nabi SAW bersabda : “demi Allah, apakah benar kamu duduk disini hanya karena itu?”. Dan sesungguhnya aku tidak meminta kepada kamu untuk bersumpah karena menaruh curiga, tetapi Jibril telah datang kepadaku dan memberitahukan bahwasanya Allah Ta’ala membanggakan kamu dihadapan para malaikat.”

Diriwayatkan kepada kami didalam kitab shahih Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a dan Abu Hurairah r.a, keduanya menyaksikan Rasulullah SAW bersabda :

“Tiada satu kaum pun yang duduk-duduk sambil berdzikir kepada Allah, melainkan para malaikat datang mengelilingi dan menaungi mereka. Mereka diliputi dengan rahmad, ketentraman turun menyertai mereka dan Allah menyebut mereka dihadapan orang (para malaikat lainnya) yang ada disisi-Nya.”


sumber : Kitab "AL-ADZKAR" IMAM AN-NAWAWI


Jumat, 10 Maret 2017

IKHLAS DAN NIAT YANG BAIK PADA AMALAN ZHAHIR DAN AMALAN BATHIN

Allah berfirman :
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ .....
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus....." (QS. Al-Bayyinah : 5)

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ ....
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya....."

Menurut Ibnu Abbas, makna ayat tersebut bahwa yang sampai kepada Allah adalah niatnya.


Diriwayatkan daripada Umar bin Khatthab r.a., Rasulullah saw bersabda :

"Perbuatan itu bergantung dengan niat, dan tiap-tiap orang (beramal) menurut niatnya. Barang siapa dalam berhijrah menuju kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka (balasan) hijrahnya mendapat keridhaan Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa berhijrah untuk (mencari kepentingan) dunia, ia dapatkan dunia itu, atau untuk (mendapatkan) seorang wanita, ia pun menikahinya, maka (balasan) hijrahnya (ia dapatkan) menurut (niat) hijrah yang ia lakukan".
(Hadist shahih yang disepakati oleh ulama ahli hadist).

Hadist ini merupakan salah satu Hadist yang menjadi dasar hukum Islam. Ulama-ulama salaf dan Khalaf sangat senang memulai karangan-karangan mereka dengan mengutip Hadist ini, untuk mengingatkan para pembaca betapa pentingnya meluruskan niat.

Kepada kami diriwayatkan dari Imam Abu Sa'id Abdur Rahman bin Mahdi ia berkata :
"Barang siapa mengarang atau menulis sebuah kitab hendaklah dimulai dengan mengutip Hadist ini".

Imam Abu Sulaiman Al-Khaththabi menyatakan :
"Guru-guru kami senang sekali mengemukakan Hadist ini pada tiap-tiap permulaan suatu pekerjaan yang ada hubungannya dengan agama".

Kami terima sebuah atsar dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata :
"Hanya seseorang mendapatkan pemeliharaan (amal) menurut niatnya".
Ada lagi yang mengatakan :
"Hanyasanya diberikan kepada manusia (balasan amal mereka) menurut ukuran niat mereka".

Diriwayatkan kepada kami dari Abu Ali Fudhail bin 'Iyadh :
"Tidak beramal lagi karena manusia adalah riya. Beramal karena manusia adalah syirik. Apabila kamu beruntung mendapatkan pemeliharaan Allah daripada keduanya, itulah namanya ikhlas".

Imam Al-Harits Al Muhasibi mengatakan :
"Orang yang benar itu ialah orang yang tidak memperdulikan setiap penghormatan yang bersemi di hati ummat manusia yang ditujukan kepadanya : Hal ini adalah karena kesuciannya. Ia tidak senang diketahui orang kebaikannya walaupun yang sekecil-kecilnya dan tidak benci bila dikoreksi kejelekan amalnya oleh orang lain".

Dari Hudzaifah Al-Mar'asyi, ia berkata :
"Ikhlas ialah kesamaan perbuatan hamba baik pada ZHAHIR ataupun pada bathin".

Diriwayatkan kepada kami dari Abul Qasim Al-Qusyairi :
"Ikhlas aialah sengaja mengesakan Allah dalam beribadat. Dengan beribadat itu ia maksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah bukan karena lainnya, seperti berbuat sesuatu karena makhluk, berbuat kebaikan yang terpuji disisi manusia, suka dipuji atau lain-lainnya yang bukan takarub kepada Allah".

Abu Muhammad Sahal bin Abdullah At-Tastari menjelaskan :
"Para akyas (cendekiawan) dalam menafsirkan ikhlas tidak lebih daripada ini. Yaitu gerak dan diamnya, ditengah kesepian atau ditengah ramai hanya karena Allah Ta'ala. Tiada bercabang dua dengan kehendak nafsu, keinginan diri dan keinginan keduniaan".

Diriwayatkan kepada kami dari Abu Ali Ad-Daqqaq :
"Ikhlas ialah memelihara diri daripada ingin diperhatikan makhluk. Sedangkan Siddiq (benar) itu ialah menyucikan diri daripada memenuhi kehendak nafsu. Orang yang ikhlas tidak ditemukan riya didalam dirinya dan orang yang Siddiq itu tidak akan ditemukan adanya kesombongan dalam dirinya".

Dzun Nun Al-Mishri mengatakan :
"Alamat ikhlas itu ada tiga, pertama pujian dan celaan orang sama saja bagi dirinya. Kedua, tidak riya dalam beramal ketika ia sedang melaksanakan amal itu. Dan ketiga, amal yang ia lakukan hanya mengharapkan pahala di akhirat".

Diriwayatkan kepada kami daripada Al-Qusyairi :
"Sifat Siddiq (benar) dalam batas minimal ialah adanya kesamaan dalam beramal baik ditengah kesepian ataupun ditengah orang ramai".

Dari Sahal At-Tastari :
"Tidak pernah merasakan arti kebenaran seorang hamba yang takabbur dengan dirinya".

Sampai disini saja saya kira cukup untuk orang yang menempuh jalan kebaikan pada tahap permulaan. Sebenarnya masih banyak lagi aqwal (petuah-petuah ulama) yang berkenaan dengan fasal ini.


sumber : kitab "Al-Adzkar" Imam An-Nawawi

Senin, 09 Agustus 2010

Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan

Wahai manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmad, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam yang paling utama. Inilah bulan ketika engkau diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Dibulan ini nafasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan do'a-do'amu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah, Rabbmu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah dibulan yang agung ini. Kenanglah rasa lapar dan hausmu sebagaimana kehausan dan kelaparan dihari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan miskin. Muliakanlah orang tuamu. Sayangilah yang muda. Sambunglah tali persaudaraan. Jaga jihadmu. Tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya. Tahan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya anak-anak yatimmu akan dikasihani manusia. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdo'a diwaktu shalat karena saat itulah saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambaNya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan do'a-do'a mereka ketika mereka berdo'a kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri kalian tergadai karena amal-amal kalian, maka bebaskanlah dengan istiqfar. Punggung-punggungmu berat karena beban dosamu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah SWT bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabbal'alamin.

Wahai manusia! Barang siapa diantara kalian memberi makan untuk berbuka kepada orang-orang yang berpuasa dibulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu. (Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, tidakkah kami mampu berbuat demikian?" Lalu Rasulullah melanjutkan khutbahnya:) jagalah dirimu dari api neraka walaupun dengan seteguk air.

Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan akhlaknya dibulan ini, dia akan berhasil melewati shiraatal mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangna kanannya dan membantunya dibulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya dihari kiamat. Barang siapa yang menahan kejelekkannya dibulan ini, maka Allah akan menahan murka-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa yang memuliakan anak yatim dibulan ini, maka Allah akan memuliakannya dihari berjumpa dengan-Nya. Barang siapa yang menyambung tali silaturrahim (persaudaraan) dibulan ini, maka Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya. Barang siapa yang memutuskan tali silaturrahim dibulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmad-nya. Barang siapa yang melakukan shalat sunnah dibulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa yang melakukan shalat fardhu baginya ganjaran seperti melakukan 70 kali shalat fardhu dibulan yang lain. Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku dibulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa membaca satu ayat Al-Quran dibulan ini, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan Al-Quran dibulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonkanlah kepada Rabbmu agar tidak pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah lagi menguasaimu.

Amirulmukminin berdiri dan bertanya "Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama dibulan ini?"

Rasulullah menjawab : "Ya Abul Hasan, Amal yang paling utama dibulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT."

Kamis, 29 Juli 2010

Ciri-ciri Dajjal

1. Dajjal Buta sebelah Matanya

Diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي الله عنهما bahwasannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan Dajjal ditengah-tengah manusia seraya berkata:

إن الله ليس بأعور ألا وإن المسيح الدجال أعور العين كأن عينه عنبة طافية

Sesungguhnya Allah ta’ala tidak Buta.Ketauhilah bahwa al-Masih ad Dajjal buta sebelah kanannya. Seakan-akan sebuah anggur yang busuk. (HR. Bukhari)


2. Dajjal adalah Pemuda Keriting

Dari an-Nawwas bin sam’anرضي الله عنه berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika mensifati Dajjal :

إنه شاب قطط عينه طافية كأني أشبهه بعبد العزى بن قطن (روه مسلم

dia adalah seorang pemuda keriting,matanya rusak, seperti aku melihat mirip dengan abdul ‘Uzza ibnul Qathn. (HR.Muslim)

3. Dajjal adalah laki-laki pendek

Diriwayatkan daru Ubadah bin Shamit رضي الله عنه, berkata Rasullah صلى الله عليه وسلم :

إن مسيح الدجال رجل قصير جعد أعور مطموس العين ليس بناتئة ولا حجرا فإن ألبس عليكم فاعلموا أن ربكم ليس بأعور

Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki yang pendek, afja’ (pengkor), keriting, buta matanya sebelah tidak timbul tidak pula berlubang. Kalau ia membuat kalian ragu-ragu ketauhilah Rabb kalian tidak buta. (HR. Daud; dan dishahihkan oleh al-Bani dalam shahi al-Jami’u ash-Shagir,Hadits no.2455)

Afja’ dalam hadits diatas adalah seorang yang kalau berjalan meregangkan antara dua kakinya seperti seorang yang selesai di khitan. Dan ini adalah salah aib Dajjal juga,demikian dikatakan dalam Aunul Ma’bud Syarh Abu Dawud, Hal.298)

4. Dajjal Lebar lehernya dan Bungkuk

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه,bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

وأما مسيح الضلالة فإنه أعور العين أجلى الجبهة عريض النحر فيه دفأ كأنه قطن بن عبد العزى

Adapun penebar kesesatan (Dajjal), maka dia buta matanya sebelah, lebar jidatnya, luas lehernya dan agak bungkuk mirip dengan Qathn Ibnu Abdil Uzza. (HR.Ahmad dalam Musnad-nya ; Berkata Ahmad Syakir : “isnadnya shahih” dan dihasankan oleh Ibnu Katsir)

5. Memiliki “Surga” dan “Neraka”

Dari Huzaifah رضي الله عنه bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

الدجال أعور العين اليسري جفال الشعر معه جنة و جنته نار

Dajjal matanya buta sebelah,cacat mata kirinya, tebal rambutnya, dia memilki surga dan neraka”. Surganya adalah neraka Allah, dan nerakanya adalah surga Allah.(HR.Muslim)

6. Diantara Kedua mata Dajjal tertulis KAFIR

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

…ألا إنه أعور وإن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتوب كافر فيه

…Ketahuilah sesungguhnya dia (Dajjal) buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta. Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.(HR.Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan :

ثم تهجاها (ك ف ر) يقرؤه كل مسلم

…Kemudian mengejanya (Kaf , Fa , Ra) semua Muslim dapat membacanya. (HR.Muslim dalam shahihnya kitab Fitan (18/59-SyarhImam Nawawi)

Dalam riwayat lain dari Hudzaifahرضي الله عنه dikatakan :

يقرؤه كل مؤمن كاتب وغير كاتب

…Setiap Mukmin dapat membacanya, apakah dia bisa tulis atau pun buta huruf.(HR.Muslim)

7. Para Nabi telah memperingatkan dari Fitnah Dajjal

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

ما بعث نبي إلا أنذر أته الأعور الكذاب ألا إنه أعور و إن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتوب كافر فيه

Tidaklah diutus seorang nabi pun, kecuali memperingatkan umatnya dari bahaya si buta,sang pendusta.ketauhilah sesungguhnya dia buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta. Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR. Dajjal besar badnnya.(HR.Bukhari)

Dari Imran bin Husain Radiyallahu anhu, beliau mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :

ما بين خلق آدم إلي فيام الساعة خلق أكبر من الدجال

“tidak ada saru makhluk pun sejak Adam sampai hari kiamat yang lebih besar dari Dajjal.(HR. MUslim)

8. Dajjal tidak memiliki keturunan

Dari abu sa’id al khudry رضي الله عنه, ia ditanya;

ألست سمعت رسول الله صلي الله عليه وسلم يقول إنه لا يولد له قل قلت بلى

Bukankah engkau telah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: Sesungguhnya dia (Dajjal) tidak mempunyai keturunan.” (Abu Sa’id) menjwab : “ya”. (HR. Muslim)

8. Tempat Munculnya Dajjal

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Siddiq رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan kepada kami :

الدجال يخرج من أرض بالمشرق يقال له خراسان

Dajjal akan keluar dari bumi belahan timur yang disebut khurasan.(HR.Tirmidzi; dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Jami’ ash Shaghir (3/150)

Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه ia berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda

يجرج الدجال من يهودية أصبهان معه سبعون ألفا من اليهود

Dajjal akan keluar dari daerah Yahudi Asbahan dan bersamanya tujuh puluh ribu orang dari kalangan Yahudi (HR. Ahmad)

Berkata Ibnu Hajar Asqalani : “ Adapun tentang dari mana munculnya Dajjal maka ini sangat jelas yaitu dari arah Masyriq.” (Fathu Bary (13/91)

Berkata Ibnu Katsir : “awal munculnya Dajjal dari Ashbahan, dari desa yang disebut dengan desa Yahudi (al Yahudi-yah).” (an-Nihayah/al-Fitan wal malahin (1/128)

10. Dajjal tidak dapat masuk Makkah Madinah

Allah subahanahu wa ta’ala telah mengharamkan Dajjal masuk Mekah dan Madinah. Sesunggunya dia menjelajahi segala negeri kecuali keduanya.

Dirwayatkan dari Fatimah binti Qais Radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم menceritakan tentang kisah Tamim ad-Daari tersebut dan pengalamannya ditengah lautan ketika bertemu dengan sesosok makhluk yang terbelenggu. Rasulullah صلى الله عليه وسلم membenarkan kisah Tami ad-Daari tersebut adalah Dajjal yang akan keluar di akhir Zaman.maka para Ulama menerima riwayat tersebut dari pembenaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم .

Didalam kisah tersebut disebutkan bahwa Dajjal berkata : “…maka aku akan keluar dan mengelilingi dunia.tidak ada satupun Daerah kecuali aku masuki dalam waktu 40 malam, kecuali Makkah dan Thayibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satunya, maka akau di halangi oleh malaikat-malaikat yang ditangan-tangan mereka tergenggam pedang-pedang yang terhunus menghalauku dari keduanya…” maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakan sambil menunjuk dengan tingkat ketanah:

هذه طيبة هذه طيبة هذه طيبة يعني المدينة ألا هل كنت حدثتكم ذلك؟ فقال الناس نعم فإنه أعجبني حديث تميم أنه وافق الذي كنت أحدثكم عنه وعن المدينة ومكة ألا إنه في بحر الشام أو بحر اليمن لا بل من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو وأومأ بيده إلى المشرق

“inilah yang di maksud Thoyibah, inilah yang dimaksud yakni al Madinah. Bukankah aku pernah mengatakannya kepada kalian?” maka manusia menjawab : Ya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: “Sungguh sangat mengagumkan aku berita dari Tamim ad-Daari ini, sesungguhnya ia cocok dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Makkah. Ketauhilah sesungguhnya dia (Dajjal) ada di laut Syam atau dilaut Yaman. Tidak, Bahkan di arah Masyriq, bahkan diarah Masyriq sambil mengisyaratkan dengan tangannya kearah Maysriq.(HR. Muslim dalam Shahih Muslim/Kitabul Fitan wa Asyrathu as-Sa’ah bab qishatul jassaasah,juz 18/83 dengan syarh Nawawi). (Hadits lengkapnya Insya Allah akan kami muat pada edisi mendatang)

11. Para Pengikut Dajjal

Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه : SesungguhnyaRasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

يتبع الدجال من يهود أصبهان سبعون ألقا عليهم الطيالسة

“akan mengikuti Dajjal orang-orang dari kalangan Yahudi Ashbahan 70 ribu orang yang dipimpin oleh thayalisah. (HR.Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

ينزل الدجال في هذه السخة بمرقناة فيكون أكثر من يخرج إليه النساء حتى إن الرجل ليرجع إلى حميمه وإلى أمه وابنته وأخته وعمته فيوثقها رباطا مخافة أن تخر ج إليه

Dajjal akan turun dari daerah dataran ber-garam yang bernama Marriqanah. Maka yang banyak mengikutinya adalah para wanita,sampai seorang laki-laki pulang kerumahnya menemui istirnya,ibu dan anak perempuan serta saudara perempuan dan bibinya kemudian mereka ikat karena khawatir kalau-kalau keluar menemui Dajjal dan mengikutinya.(HR. Ahmad(7/190) dan dishahihkan oleh Ahmad syakir).

12. Berlindung dari fitnah Dajjal

Oleh karena itu rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada kita untuk berlindung kepada Allah dari bahaya fitnah Dajjal khususnya di akhir shalat setelah tasyahud sebagai berikut:

اللهم إني أعوذ بك من عذاب جهنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari adzab neraka Jahannam,dariadzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah al masih ad-Dajjal.(HR.Muslim)

Peringatan !!!

Syaikh al Albani rahimahullah berkata : “ketahuilah bahwa hadits-hadits tentang Dajjal dan turunnya Isa ‘alaihi Salam adalah mutawatir dan kita wajib mengimaninya. Jangan tertipu dengan orang yang menganggap bahwa hadits-hadits tersebut adalah ahad (tidak mutawatir).karena mereka adalah orang-orang bodoh tentang ilmu hadits. tidak ada dari mereka yang telah menelusuri semua jalan-jalan hadits ini. kalau saja mereka mau menelusurinya,niscaya mereka pun akan mengatakan bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ucapan para imam ahlul hadits.seperti al-Hafidh ibnu Hajar as Qalani dan lain-lainnya.

Sungguh sangat disayangkan adanya orang-orang yang lancang berbicara tentang masalah ini dalam keadaan tidak memiliki spesialisasi dalam bidangnya,apalgi perkara ini perkara agama bahkan perkara aqidah.(lihat Takhrij Syarh Aqidatu ath-Thahawiyah,oleh Syaikh al-Albani,hal 501)

Allah Ta’ala berfirman:

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. QS. Luqman (31) : 6

Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. QS. Luqman (31) : 7


Dari berbagai sumber

Pelajaran Hidup dari Lebah

Lebah adalah binatang kecil yang terukir indah dalam Alquran. Allah mengabadikan namanya pada salah satu surah dalam Alquran, yakni Annahl. Tentu, ada keistimewaan yang dimiliki hewan ini hingga namanya termaktub dalam kitab yang suci dan mulia. Lihat surah Annahl [16] ayat 68-69.

Lebah diciptakan Allah SWT dengan banyak memberi manfaat bagi manusia. Di antara manfaatnya adalah madu. Tak hanya itu, perilaku hewan kecil ini harusnya menjadi cerminan akhlak bagi Muslim sejati.

Perhatikanlah kehidupannya. Ada banyak manfaat yang bisa diambil hikmahnya dari lebah. Pertama, lebah hanya menghisap saripati bunga. Ia hanya mengambil yang inti dan membiarkan yang lain. Lebah tahu, yang menjadi kebutuhannya hanyalah saripati, bukan yang lainnya. Ini mengajarkan bahwa setiap Muslim harus mengambil sesuatu yang baik dan halal. Sebab, mengambil hak yang lain hukumnya adalah haram.

Kedua, lebah menghasilkan madu. Ia memberi manfaat bagi manusia. Ini pelajaran bagi umat Islam. Madu berasal dari saripati bunga dan baik, maka keluarnya pun baik. Sesuatu yang halal, keluarnya halal pula. Dan, ia banyak memberi manfaat bagi orang lain.

Ketiga, lebah tidak merusak. Di mana pun dia hinggap, tak ada tangkai daun ataupun ranting pohon yang patah. Betapa santunnya hewan kecil ini hingga dalam bergaul dia tidak menyakiti siapa pun dan senantiasa menjaga kedamaian dalam setiap suasana. Lebah senantiasa memegang prinsip iffah (ketenteraman) dalam pergaulan.

Keempat, lebah punya harga diri. Ia tidak akan pernah mengganggu orang lain selama kehormatan dan harga dirinya dihormati. Namun, bila harga dirinya dizalimi, ia akan siap 'menyengat' pengganggunya. Karena itu, setiap Muslim harus mampu menjaga kehormatan dirinya.

Sudah sepatutnya kita belajar ilmu dari lebah. Bukan karena fisik dan pesonanya yang kurang menarik, tapi karena komitmennya dalam bersikap dan berbuat. Manusia memiliki kemuliaan dari makhluk lain. Namun, tingkah laku dan kehormatan manusia bisa lebih hina dari binatang.

Allah memberikan pelajaran bagi manusia untuk mengambil hikmah dari lebah. Ia makhluk kecil yang memberikan manfaat sangat besar bagi manusia. Tentunya, tak hanya dari lebah, setiap hamparan yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT untuk kebutuhan manusia. Maka, bisakah kita mengambil pelajaran? Wallahu A'lam.


Rabu, 21 Januari 2009

MUI mau Keluarkan Fatwa Haram Rokok

Kita pasti sudah sering dengar hal tersebut di TV, yang paling saya bingungkan kenapa MUI keluarkan fatwa itu. Memang, rokok dapat menyebabkan kanker, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin (itu sudah tertulis di bungkusnya) tapi apa bedanya dengan makanan yang di jual di pasaran seperti sayuran yang menanamnya mengunakan pupuk ilmiah dan pestisida untuk membasmi hama, juga mie instan, makanan ringan, minuman ringan yang sudah pasti menggunakan pengawet. Hal itu juga dapat menyebabkan kanker, tapi kenapa MUI ga' mengharamkannya??? Kenapa??? Ga' jelas juga..

Kalau memang mau keluarkan Fatwa Haram Rokok, keluarkan juga fatwa Haram mengkonsumsi sayur yang ditanam menggunakan pupuk ilmiah dan pestisida, mengkonsumsi makanan instan/ringan dan minuman ringan biar sekalian masyarakat Indonesia ga' makan apa karena Fatwa kalian. Kalau mau buat perokok berhenti merokok ga' harus mengeluarkan fatwa seperti itu, bisa dengan cara lain seperti yang di lakukan
Stop Merokok.com


Jumat, 02 Januari 2009

Penyerangan Israel Ke Palestina

Penyerangan Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 300 warga Palestina akan menjadi ujian pertama bagi Barack Obama.

Ujian itu akan menentukan apakah politik luar negeri Obama benar-benar berbeda dengan George W Bush sesuai slogan 'perubahan' yang dilancarkannya.

"PPP berpandangan bahwa penyerangan Israel ke Jalur Gaza adalah ujian pertama bagi Obama. Apakah 'perubahan' itu sekadar jargon atau benar-benar nyata. Politik luar negri Obama itu sesungguhnya bersendi kemanusiaan atau ternyata tetap menghamba pada kekuasaan," ujar Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saefudin dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (30/12/2008).


Menurut Lukman, dunia saat ini tengah menanti sikap Obama. Jika ternyata sikap Obama tidak berubah dari para pendahulunya, maka Obama tidak berbeda dengan Bush.

"Dunia kini menanti, bila tak ada 'perubahan' atas kebijakan AS terhadap konflik Palestina-Israel, maka lupakan saja Obama karena ia tak ada bedanya dengan Bush," tandas Lukman.


Dikutip dari : detiksport.com





Berikut foto-foto ke kejian israel














 

Site Info



free counters

Google PageRank Checker


Followers

.:::Luthfi:::. Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template