Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 September 2014

Komposisi Dalam Fotografi

Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen ii mencakup garis, shape, form, warna, terang dan gelap. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact (sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan dalam foto anda). Dengan demikian anda perlu menata sedemikian rupa agar tujuan anda tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatu mengejutkan, beda, eksentrik.

Dalam komposisi klasik selalu ada satu titik perhatian yang pertama menarik perhatian. Hal ini terjadi karena penataan komposisi, subordinasi, kontras cahaya atau intensitas subjek dibandingkan sekitarnya atau pengaturan sedemikian rupa yang membentuk arah yang membawa perhatian pengamat pada satu titik.

Secara keseluruhan, komposisi klasik yang baik memiliki proporsi yang menyenangkan. Ada keseimbangan antara terang dan gelap, antara bentuk padat dan ruang terbuka atau warna cerah dengan warna redup. Pada kesempatan tertentu, mungkin anda akan membutuhkan komposisi anda seluruhnya simetris.

Seringkali gambar yang anda buat lebih dinamis dan secara visual lebih menarik bila anda menempatkan subjek ditengah. Anda harus menghindari sebuah garis pembagi biarpun itu vertikal. Untuk menghindari sebuah gambar yang dinamis diperlukan juga kehadiran irama. Irama ini terjadi karena adanya pengulangan sebuah objek yang berukuran kecil berkali-kali. Kehadiran irama dalam gambar mengesankan adanya suatu gerakan.

Rabu, 19 Maret 2014

Melatih Penguasaan Exposure

Latihan ini bisa membawa anda lebih jauh lagi di dunia kreatif exposure. Pilihlah subyek diam, seperti bunga, atau bisa minta teman kalian berdiri untuk foto portrait, pilih juga subyek yang bergerak, seperti air terjun atau anak kecil yang bermain ayunan, dan jika memungkinkan ambil foto pada saat hari berawan serta pilih komposisi sehingga kalian bisa menghilangkan langit di dalam foto tersebut.Bisa dikatakan kali ini adalah latihan yang bagus. Latihan ini bisa membawa anda lebih jauh lagi di dunia kreatif exposure. Pilihlah subyek diam, seperti bunga, atau bisa minta teman kalian berdiri untuk foto portrait, pilih juga subyek yang bergerak, seperti air terjun atau anak kecil yang bermain ayunan, dan jika memungkinkan ambil foto pada saat hari berawan serta pilih komposisi sehingga kalian bisa menghilangkan langit di dalam foto tersebut.

Atur kamera kalian pada mode manual, ISO 200, dan pasang pada sebuah tripod. Biasakan untuk menggunakan mode manual, karena ini adalah cara terbaik untuk mempelajari kreatif exposure. Sekarang atur bukaan aperture ke bilangan terkecil darilensa kalian, bisa f/2, f/2.8, f/3.5, atau f/4, berusahalah sebaik mungkin mengambil foto Bunga atau portrait, rubah shutter speed kalian sampai mendapatkan exposure yang tepat (didalam viewfinder), lalu potretlah

Sekarang rubah aperture kalian sebanyak satu stop (contohnya, dari f/4 ke f/5.6), rubah lagi shutter speed sebanyak 1 stop untuk mendapatkan exposure tepat, lalu potretlah, demikian juga berikutnya ganti aperture kalian dari f/5.6 ke f/8 dan seterusnya, tetapi tetap ingat untuk juga merubah shutter speed untuk mendapatkan exposure yang tepat. Catat aperture dan shutter speed yang digunakan pada setiap exposure. Sobat setidaknya akan memiliki tidak kurang dari Enam kombinasa aperture dan shutter speed, dan meskipun setiap exposure sama dalam hal nilai kuantitatif, Sobat harus menemukan perbedaan pada gambar tersebut termasuk ketajamannya. Foto bunga akan tampak “sendirian” dalam beberapa frame foto, tetapi tidak pada foto dengan aperture f/16 atau f/22, beberapa elemen pada backround akan muncul dan bisa menjadi distraction ketika menggunakan bilangan f-stop besar.


Lalu bagaimana dengan kasus foto air terjun? Gambar air terjun yang blur tampak seperti kapas tidak akan muncul jika tidak menggunakan aperture kisaran f/16 atau f/22. Apakah motion blur yang tercipta tampak bagus pada foto anak-anak yang sedang bermain ayunan? Shutter speed yang cepat akan membekukan sebuah pergerakan, tetapi shutter speed yang lebih lambat akan membentuk motion blur. Lihat kembali catatan kalian dam putuskan kombinasi shutter speed dan apature mana yang menghasilkan kreatif exposure bagi kalian.

Selamat mencoba :)

Minggu, 09 Maret 2014

Eksposure Triangle Dalam Fotografi

Penjelasan secara teknis untuk Exposure mungkin akan sedikit rumit dan membingungkan, tetapi prinsip dasar Exposure adalah tentang seberapa terang atau gelap kah foto-foto Anda, tingkat kecerahan itu mengacu pada jumlah cahaya yang terekam oleh sensor kamera yang Anda gunakan. Sebuah foto yang memiliki exposure pas atau normal bisa dilihat dari membandingkan tingkat kecerahan foto Anda dengan obyek foto aslinya. Foto yang memiliki exposure buruk entah itu terlalu terang atau gelap atau malah dipenuhi dengan banyak area gelap atau terang yang tidak memiliki detail obyek sama sekali (sering disebut dengan blown-out). Jadi bagaimana kita bisa mengontrol exposure dari sebuh foto? Nah itu lah fungsi keberadaan dari Exposure Triangle.

Apa yang dimaksud dengan Exposure Triangle? Exposure Triangle merupakan suatu cara yang mujarab untuk mendeskripsikan relasi antara ke Tiga aspek atau elemen dari exposure. Setiap sudut dari gambar segitiga dibawah merepresentasikan Satu dari Tiga variabel yaitu, aperture, shutter speed dan ISO. merubah hanya satu dari ketiga elemen tersebut akan membuat foto Anda akan tampak lebih gelap atau terang dan akan merubah tampilan-nya berdasarkan elemen apa yang Anda rubah.

Sebagai contoh: Penggunaan Shutter Speed yang lama atau slow speed akan mengakibatkan motion-blur pada foto tetapi akan membuat foto bertambah terang (peningkatan exposure) dikarenakan jumlah cahaya lebih yang masuk ke dalam sensor. Coba perhatikan gambar bawah ini untuk memudahkan Anda mengerti tentang exposure:



Pahami Exposure Triangle dengan mematikan mode AUTO kamera Kerja Exposure Triangle adalah semua "otak" kamera digunakan untuk mendapatkan exposure yang pas. Nah, sekarang jika Anda tahu dan mengerti bagaimana cara kerjanya, Anda bisa mengambil alih sendiri serta membuat keputusan pengaturan seperti apa yang Anda inginkan. Apa yang bisa Anda lakukan dan kamera tidak? Anda bisa memberikan sentuhan kreatifitas pada hasil foto Anda. Untuk memperjelas statement diatas coba lihat beberapa skenario dibawah ini:Anda berada di sebuah acara pernikahan, dan acara tersebut di dalam ruangan yang kurang cahaya (remang-remang). Anda diharuskan untuk memegang kamera dengan solid karena tidak membawa tripod. Anda telah men-setting shutter speed pada 1/60s, itu adalah ukuran minimal agar hasil foto tidak terpengaruh akan shake kamera. Anda menginginkan aperture kecil untuk depth-of-field yang lebar agar seluruh tempat acara tampak fokus,  dan Anda memilih f8. Anda memotret dan tampaknya terlalu gelap. Dengan menggunakan Exposure Triangle Anda bisa menganalisa bahwa untuk mendapatkan cahaya lebih bisa dengan meninggikan setting ISO pada kamera Anda. Hal ini akan memberikan dampak adanya noise pada foto, tetapi Anda masih bisa mendapatkan Depth-of-Field dan ketajaman yang Anda inginkan. Jika Anda menganggap noise terlalu banyak, maka Anda bisa menggunakan aperture besar tetapi ini akan mempersempit bidang fokus pada frame Anda.Anda berada pada air terjun di sebuah hutan. Anda ingin memotret aliran air dengan motion-blur. Anda memasang kamera pada Tripod, dan untuk mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera maka Anda menggunakan aperture kecil f/22 dan ISO paling rendah yaitu 100. Dengan melihat pada Exposure Triangle kita dapat melihat bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan cukup cahaya yang masuk ke dalam kamera adalah dengan menggunakan shutter speed yang lama. Pada kondisi tersebut penggunaan Shutter selama 1/2s, sempurna untuk mendapatkan nuansa blur pada air. Lalu apa yang dimaksud dengan istilah "Stops"? "Stop" merupakan sebuah bentuk istilah yang digunakan oleh fotografer untuk mendeskripsikan jumlah cahaya, nilai exposure. Anda bisa merubah jumlah cahaya yang terekam dengan menggunakan setiap sudut dari Exposure Triangle. ISO 100 akan merekam 1 stop lebih sedikit dibandingkan ISO 200, Shutter Speed 1/125 akan mendapatkan cahaya 1 stop lebih ban/yak dibandingkan 1/250 dan yang terakhir aperture f/5.6 akan merekam cahaya 1 stop lebih sedikit dibandingkan f4. Pada intinya Anda bisa mendapatkan foto dengan kecerahan yang sama dengan kombinasi pengaturan yang berbeda. 1/60, f/11, ISO 200 dan 1/1000, f/2.8, ISO 200 keduanya akan mendapatkan tingkat kecerahan yang sama tetapi Depth-of-Field yang berbeda. Bagaimana jika Anda tidak bisa merubah pengaturan? Jika Anda membutuhkan 1/60, f/2.8 serta ISO 400 untuk mendapatkan foto yang diinginkan tetapi hasilnya tetap gelap, anda masih memiliki pilihan. Tepat di bagian tengah gambar segitiga Exposure Triangle. Rubah jumlah cahaya yang ada, Flash akan sangat berpengaruh pada kondisi seperti ini. Anda juga bisa mengurangi cahaya dengan menggunakan filter lensa.Cobalah untuk bereksperimen, tinggalkan mode AUTO pada kamera Anda dan coba analisa setiap foto yang Anda dapatkan.

Tips Membuat Foto Portrait

Belajar fotografi portrait tidak pernah dibatasi oleh alat. Kamera ponselpun bisa tetap menghasilkan foto portrait yang bagus asal anda tahu tekniknya.Definisi foto portrait sendiri adalah foto yang menggunakan wajah seseorang sebagai obyek fotonya dan menonjolkan karakter manusia dalam foto itu. Dengan foto portrait berusaha menyampaikan karakter apa adanya, berbeda dengan motret model yang berusaha semaksimal mungkin posenya.Meskipun begitu, Foto Portrait bukanlah sekedar foto yang secara fisik menangkap wajah seseorang sebagai obyek foto yang dipertimbangkan karena segi artistiknya, Foto Portrait adalah jendela bagi suasana jiwa yang ada didalam individu yang dijadikan sebagai subyek foto.

Keindahan foto portrait terletak pada karakter yang terbangun dan dihasilkan dalam sebuah karya foto. Untuk menghasilkan foto portrait, kita bisa “make a picture” dan “take a picture”. Make a picture berarti kita menciptakan apa yang ingin kita hasilkan, model misalnya. Sedangkan take a picture berbarti kita memanfaatkan apa yang tersaji di di sekitar kita, apa adanya itulah yang kita ambil.Selain harus menguasai teknik exposure , yang perlu diperhatikan saat memotret foto portrait adalah komposisi Rule Of Third. Seperti yang sudah kami utarakan sebelumnya, komposisi akan membuat foto Anda memiliki dimensi dan kesan yang mendalam. Dalam artikel ini akan kita bahas tip-tips memotret foto portrait.

6 Tips Dasar Memotret Foto Portrait :

1. Berinteraksi : Cobalah untuk berinteraksi, kenalan dengan subjek yang ingin difoto. Berinteraksi dengan seseorang memang terdengar cukup sepele, namun hal tersebut sangat diperlukan untuk mencairkan suasana agar obyek lebih nyaman dan tidak merasa tegang. Bahkan dengan berinteraksi kita bisa menentukan tempat yang membuat obyek lebih nyaman. Hasilnya, ekspresi akan lebih rileks dan tidak terlihat kaku sehingga foto portrait yang dihasilkan akan lebih baik.

2. Sabar : Dalam foto portrait kita ingin menyampaikan pesan dan karakter obyek. Untuk itu bersabarlah, sembari berinteraksi tunggulah ekspresi yang paling berkarakter sampai mendapatkan bahasa tubuh yang menarik.

3. Perhatikan Komposisi : Anda bisa menggunakan prinsip Rule of Thirdatau menempatkan subyek pada 1/3 bagian dari frame. Beranilah bereksperimen dengan komposisi dan jangan takut melanggar prinsip “Rule of Third”.

4. Maksimalkan Cahaya yang Ada : Pencahayaan sangat mendukung dalam menghasilkan foto portrait yang bagus. Tidak masalah jika kita tidak memiliki flash eksternal atau lighting yang canggih, jutsru kita bisa memaksimalkan pencahayaan alami dengan memperhatikan kondisi pencahayaan di sekitar agar bayangan yang jatuh pada obyek tidak terlalu keras.

5. Perhatikan Lokasi Sekitar : Misalnya memperhatikan background. Background dapat mendukung dan mengganggu hasil foto terlebih di area belakang kepala. Bila background menggangu maka sebaiknya memilih sudut lain atau pindah lokasi.

6. Koreksi atau Editing Untuk Hasil Sempurna : Saat ini sudah banyak aplikasi olah foto yang beredar, mulai dari yang sederhana hingga yang memiliki tools lengkap. Jika foto portrait yang dihasilkan masih kurang enak dilhat, jangan langsung membuangnya. Lewat aplikasi pengolah foto tersebut, Anda dapat memperbaiki komposisi, mengoreksi warna, hingga mengatur gelap terangnya.

6 tips dasar memotret foto portrait di atas merupakan kumpulan tips memotret dasar yang dapat diterapkan untuk menghasilkan foto potrait lebih baik. Namun ke-enam tips tersebut akan percuma saja jika Anda melewatkan satu tips yang paling penting yaitu latihan.

Punya tips memotret foto portrait lain ? Silahkan tinggalkan komentar atau gunakan form kontak.Jangan pernah ragu untuk mencoba cara memotret foto portrait ini dan ambillah foto sesering mungkin untuk lebih mengenal dan membiasakan diri dengan kamera Anda. Selamat Mencoba !!

Tentang Saya



Professional photographer shoots mainly commercial. services range from personal photography to company documentation, creating concept to create a well desired moments. Capturing moments of pre post wedding & engagement photoshoot, wedding day, modeling lifestyle & fashion photography, product & stock photoshoot, landscape & cityscape, event & stage documentation, personal & family portrait, and also company photos for company profile.




Contact us:
HP: 083199117713 (Luthfi)
BB: 51301344
email: luthfi_worm@yahoo.com
twit+instag: @Luthfi_Worm

Indonesian Photographer, Indonesian Photography, Luthfi Worm, Luthfi Worm Photography, Fotografer Bajingan, Indonesian Wedding,

Kamis, 27 Februari 2014

Memotret Pesona Matahari Terbenam

"Memastika Eksposur Seimbang Menggunakan Filter Graduated Neutral Density" Mendapatkan eksposur yang tepat bisa jadi hal yang ketika mengabadikan matahari terbenam karena langit cenderung dua atau tiga stop lebih terang daripada foreground. Misalnya, jika pembacaan matering untuk daratan shutter speed 1 detik f/16 dengan perbedaan tiga stop, artinya langit perlu diatur pada shutter speed 8 detik f/16. Solusi terbaik untuk masalah ini adalah dengan memasang filter graduated neutral dendity (ND grad) pada lensa. Filter graduated ditawarkan dalam berbagai kekuatan dan terbagi menjadi dua bagian, dimana salah satu bagiannya berwarna bening. Bagian yang bening ini diposisikan di area dataran dan area yang berfilter di bagian atas (langit) sehingga sejajar dengan horison dan menutupi langit. Menggunakan filter ini bukan untuk memperkaya warna langit tetapi lebih memungkinkan kamera merekan langit seperti apa adanya. Filter tidak mempengaruhi warnanya hanya mengurangi nilai eksposur sebanyak tiga stop. Untuk membuat foto matahari terbenam tentu saja dibutuhkan kesabaran dan kerelaan menunggu sampai kondisi cahaya sempurna. Pastikan untuk tiba di lokasi dan sidah siap sebelum momen-momen terbaik muncul agar mandapat foto yang cantik. Trik wajib dicoba * Bawalah tripod, lensa wide angle, filter ND grad. * Jaga agar horison pemandangan lurus dan sejajar dengan transisi antara area bening dan abu-abu filter. * Atur aperture sempit sekitar f/16 dan mempertahankan ISO rendah. misalnya, ISO 100. * Carilah obyek atau penanda khas pada lokasi yang dapat dibuat siluet di depan langit. mungkin, pohon menjadi daya tarik perhatian mata pada pemandangan yang direkam.

Minggu, 26 Januari 2014

Tips Memotret Slow Speed

Dalam fotografi, memotret dengan menggunakan shutter speed yang lambat disebut Slow Speed atau SS. Dengan menggunakan teknis slow speed akan mendapatkan foto yang memiliki kesan lebih dinamis. Pada artikel memahami shutter speed disebutkan, slow speed digunakan pada kondisi kurang cahaya, karena shutter dibuka lebih lama agar kamera dapat mengumpulkan cukup cahaya untuk menghasilkan gambar yang kita inginkan. selain digunakan dikondisi kurang cahaya, teknis slow speed juga bisa digunakan untuk memberikan kesan dinamis di beberapa obyek yang bergerak, misalnya air terjun, ombak air laut, pergerakan bintang dimalam hari dan lain-lain. Hal yang perlu dipahami saat memotret obyek bergerak seperti air, baik itu di laut, di danau maupun air terjun, harus ada sedikit perhitungan yg harus dilakukan untuk mendapatkan foto sesuai dengan yang kita inginkan. Misalnya kita inginmemotret slow speed air terjun dan kita juga ingin memasukkan batu sebagai foreground di dalam hasilnya. Artinya kita ingin mendapatkan area tajam/DOF yang lebar. Maka disarankan menggunakan setingan apperture/bukaan diafragma kecil antara F16 sampai F22. Kemudian exposure time atau shutter speed juga harus diperhitungkan seperti apa hasil foto yang kita inginkan. Semakin deras air terjunnya semakin sedikit juga waktu yang kita butuhkan untuk membuat air terjun menjadi halus. Jika kita masih ingin memperlihatkan batu-batu di bawah air kelihatan detailnya, maka shutter speed 1-3 detik sudah cukup. Karena jika semakin lama shutter speednya, akan membuat air semakin halus dan akan mengaburkan batu-batu yang ada di bawah permukaan air. berikut ini akan kamis sharing beberapa tips cara memotret slow speed air terjun, ombak air laut dan lainnya yang mesti diperhatikan sebelumnya, jika Anda memiliki tambahan silahkan tambahkan di form komentar ya. Tips Memotret Dengan Teknis Slow Speed 1. Tripod dan Kabel/Remote Release tripod adalah wajib hukumnya saat ingin memotret dengan menggunakan teknis exposure time yang lama atau dikenal dengan slow speed. Dengan tripod kita bisa mengurangi gerakan pada kamera yang mengakibatkan hasil foto jadi blur. Jika tidak memiliki cable release kita bisa memanfaatkan fitur shutter timer pada kamera digital kita. 2. Waktu waktu yang tepat memotret slow speed adalah sama seperti memotret landscape pagi hari atau sore hari saat cahaya belum terlalu kuat. 3. Mode Manual atau Aperture Priority Jika anda sudah memahami teknik segitiga exposure mode manual adalah sebagai pilihan. Jika Anda tidak mau pusing mode aperture priority (A/AV) adalah pilihan yang tepat. Seting aperture kamera sesuai ketajaman/DOF yang kita inginkan. F5.6 hingga F11 atau F 16 hingga F22 menjadi pilihan jika ingin mendapatkan DOF yang selebar-lebarnya. 4. Shutter Speed Semakin lama setingan shutter speed, semakin halus efek air terjunnya, namun detail dibalik air akan hilang. Karena speed maksimum kamera umumnya hanya sampai 30 detik, maka jika Anda ingin membutuhkan waktu lebih dari itu, gunakan setingan BULB (B) namun perlu remote/kabel release. 5. ISO Gunakan setingan ISO sekecil mungkin untuk mendapatkan shutter speed yang lambat. Juga mempertahakan foto agar lebih tajam dan terhindar dari NOISE.

Rabu, 27 November 2013

Teknik Memotret Foto Panggung

Fotografi panggung adalah fotografi yang bertujuan untuk merekam acara pertunjukan, apa pun pertunjukannya. Fotografi panggung secara umum terbagi menjadi dua kegiatan yaitu dokumentasi dan liputan. Kegiatan dokumentasi pada fotografi panggung dilakukan pihak pelaku atau penyelenggara/panitia untuk merekam segala aktifitas yang terjadi, depan/belakang panggung. Sedangkan, untuk kegiatan liputan pada fotografi panggung umumnya dilakukan media massa (fotografer jurnalistik) untuk berita kebudayaan/kesenian di koran/majalah. Namun, kedua kegiatan tersebut pada dasarnya bisa dilakukan oleh siapapun, walaupun bukan penyelenggara maupun fotografer jurnalistik, baik untuk kepentingan komersial, belajar maupun koleksi semata.
Sebagian besar pertunjukan panggung berlangsung malam hari, dan sebagain besar dalam gedung. Fokus utama fotografi panggung adalah low light photography dengan pendekatan “pemaknaan” sesuai tujuan pertunjukan. Fotografi panggung terdiri dari: Musik, Fashion, Tari dan Teater.
Secara umum, pertunjukan panggung dirancang untuk ditonton, bukan difoto. Maka, fotografer harus bisa menyiasati beberapa penyesuaian diri, khususnya dalam hal pencahayaannya.
Permainan pencahayaan dirancang untuk ditonton, sehingga kadang saat difoto pencahayaan yang ada di foto tidak bisa rata. Lampu warna-warni yang mencahayai sebuah pertunjukan memang dirancang untuk membuat pertunjukan itu meriah atau wah. Pencahayaan aneka warna tersebut memang rancangan asli pertunjukan tersebut, maka JANGAN DIKOREKSI.

Memilih Setting Teknis Kamera

WB (white balance) dalam memotret sebuah pertunjukan sebaiknya daylight (gambar matahari) agar mendekati mata manusia melihat. Merah terekam merah, biru terekam biru. Namun hasil terbaik akan dicapai kalau Anda memakai format RAW, dan mengatur warna di komputer sesuai kebutuhan artistik yang ada. Hampir separuh foto panggung butuh post processing agar tampil sempurna. Secara umum, fotografi panggung membutuhkan ISO minimal 400, dan lensa yang cepat fokus. Sebaiknya bukaan terbesar (f, diafragma) minimal f2,8. Diafragma 2,8 bukan berarti harus memakai 2,8. Namun bukaan yang besar memudahkan kita membidik dalam suasana remang. Just for your info, saat kita melihat di jendela bidik (view finder), itu kita melihat dengan lensa yang terbuka pada bukaan terbesarnya.
Metoda pengukuran pencahayaan (lighting) pada fotografi panggung bisa M (Manual) bisa pula A (Aperture priority). Pemakaian M dianjurkan manakala kondisi pencahayaan demikian rumit, misalnya bagian yang tercahayai hanya sangat sedikit. Secara umum, dianjurkan memakai A agar segala perubahan pencahayaan bisa “dikejar” oleh kamera secara otomatis, bukan oleh kita selaku fotografernya. Metoda metering pada M sebaiknya spot, sedangkan pada A sebaiknya Matrix. Manakala kita memutuskan memakai A untuk kecepatan mendapatkan gambar, harus disadari bahwa pencahayaan panggung sangat tidak rata. Ketidakrataan pencahayaan panggung membuat metering pada kamera akan tertipu. Untuk mengatasi hal ini, gunakan tombol kompensasi yaitu tombol +/- di kamera kita. Kompensasi minus dilakukan bila latar belakang panggung lebih gelap daripada latar depan. Jika terjadi sebaliknya, kompensasi diubah menjadi plus. Kompensasi minus adalah 80 persen dari fotografi panggung. Sebagian besar latar belakang pertunjukan lebih gelap daripada depannya. Untuk menentukan besarnya minus tergantung perbandingan bidang terang dan gelap pada panggung. Makin banyak gelapnya, makin minus. Secara umum, pada fotografi panggung, cahaya datang dari belakang fotografer. Tapi kadang tidak. Untuk pencahayaan melawan cahaya, gunakan M dan spot, atau tetap A dengan semangat coba2. Intinya, pencahayaan panggung cepat sekali berubah. Jangan harap semua foto Anda selalu tepat meteringnya. Meleset dikit tetep OK kok.

Eross (Sheila On 7), dalam foto ini sengaja melawan cahaya

Panggung Musik

Pertunjukan musik bisa terbagi menjadi: musik hening yang melarang flash atau suara kamera yang keras, dan musik hingar bingar yang motretnya pakai petasan pun boleh. Musik hening adalah pertunjukan musik kamar dalam ruangan kecil, juga orkestra yang punya bagian-bagian yang hening. Untuk memotret musik hening, pakailah kamera hening. Beberapa kamera punya mode CS (continue silent). Pertunjukan musik juga membedakan penampilnya: penyanyi solo, grup penyanyi (Backstreet Boys dll) atau band utuh. Memotret penyanyi solo, fokusnya memang ke penyanyi itu. Band pendukung semata latar belakang. Kalau bosan dengan latar belakang band, coba pakai penontonnya. Memotret penyanyi solo, pendekatan utama adalah pada ekpresinya saat membawakan lagunya. Sedangkan kalau memotret band, yang penting penyanyi utamanya plus satu pemusik. Tak perlu semua pemusik masuk dalam frame.



Jumat, 22 November 2013

Tentang Kartu Memori

Dunia Fotografi - Memory card atau kartu memori merupakan aksesoris yang harus dibeli seketika setelah Sobat membeli sebuah kamera digital. Meskipun berukuran kecil tetapi keberadaanya sangat penting. Aksesoris ini merekam dan menyimpan semua gambar kalian. Apakah Sobat pernah bertanya mengapa sebuah memory card Class 10 lebih mahal dibanding Class 2? atau mengapa penggunaan memory card yang berkualitas sangat penting dalam fotografi? Terdapat banyak sekali kartu memori yang beredar di pasaran dan hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemotretan yang juga bervariasi. Coba lihat kembali memori card jenis apa yang cocok untuk kebutuhan kalian. Pemilihan kartu memori yang tepat bukan hanya akan mempercepat kinerja kalian, tetapi juga akan mempermudah pekerjaan Sobat. Berikut ini adalah 10 hal yang harus diketahui tentang kartu memori:

Kartu memori memiliki sebuah kunci

Apakah Sobat pernah mendapati pesan kesalahan dari kamera: "cannot write or read card"? kemungkinan besar ini terjadi karena kartu memori kalian masih dalam posisi terkunci. Semua kartu SDHC/SDXC memiliki sebuah kunci di bagian kiri. Kunci ini membuat kartu memory write-protected dan sobat tidak bisa melakukan modifikasi data yang ada di dalam kartu memori.

Kartu memori memiliki kecepatan berbeda

Kelas (Class) yang berbeda di setiap kartu memori memberikan kecepatan yang berbeda. Kartu memori Class 2 memiliki kecepatan write minimum 2MB/sec. Class 4 memiliki kecepatan write nimum 4MB/sec, Class 6 = 6MB/sec, dan Class 10 = 10MB/sec. Pilih kartu memori Class 6 keatas untuk kebutuhan recording video 720p. Penggunaan Class 10 sangat direkomendasikan untuk pengambilan video HD dan broadcasting.

Kartu UDMA lebih cepat

Kartu memori UDMA atau Ultra Direct Memory Access memiliki kecepatan baca dan tulis yang lebih cepat dibandingkan dengan kartu CF biasa. Foto-foto beresolusi tinggi dan video full HD membutuhkan kartu seperti ini. Kartu memori UDMS memungkinkan kamera kalian untuk merekam video klip lebih lama atau memotret lebih banyak gambar pada mode continuous shoot / burst.

Card Reader "cepat" untuk kartu memori "cepat"

Membeli kartu memori dengan kecepatan tinggi akan terasa percuma jika Sobat mentransfer data menggunakan Card Reader yang lambat. Seorang wedding photographer atau photojournalist seringkali membutuhkan Card Reader cepat untuk mentransfer foto-foto mereka saat berada di lapangan.

Delete dan Recover Data

Memformat sebuah memori card berarti menghilangkan data secara permanen, tetapi tidak jika Sobat hanya men-delete file. Jadi jika Sobat masih belum memformat kartu memori setelah manghapus semua gambar, Kalian masih bisa me-recover atau mengembalikan data menggunakan software recovery.

Format kartu memori ketika berganti kamera

Sangat disarankan untuk mem-format kartu memori ketika Sobat berganti merk atau brand kamera DSLR. Hal ini dikarenakan tiap merk kamera terkadang menggunakan format file yang berbeda, hal ini beresiko Sobat kehilangan data atau terjadinya kerusakan file.

Kecepatan tulis lebih penting

Para produsen kartu memori selalu menekankan bahwa kecepatan baca lebih penting, tetapi menurut kami yang terpenting adalah kecepatan penulisan data. Semakin cepat penulisan data, maka akan semakin cepat pula penyimpanan data. Biasanya kecepatan baca dan tulis pada sebuah memori card memiliki kecepatan yang sama atau hanya selisih sedikit saja.

Biarkan gambar tersimpan lebih dahulu

Lampu LED yang berkedip pada kamera menandakan bahwa data dalam proses transfer dari kamera ke kartu memori. Jangan membuka atau melepas kartu memori dari kamera pada saat proses ini berlangsung, karena beresiko terjadi hilang atau rusak pada data tersebut.

Usahakan baterai selalu penuh

Salah satu kesalahan yang kerap terjadi pada kalangan fotografer adalah memotret sampai baterai benar-benar habis. Jika terjadi kamera mati pada saat proses penyimpanan data/gambar di kartu memori, maka beresiko terjadi kerusakan pada kartu memori dan juga data.

Ganti kartu memori sebelum penuh

Ganti kartu memori sebelum kapasitas penuh. Sobat akan kehilangan momen berarti jika tiba-tiba menyadari kartu memori kalian sudah penuh dan tidak bisa menyimpan file gambar lebih banyak lagi.

Minggu, 27 Oktober 2013

Teknik Pencahayaan Rendah/Low Light

Fotografi tak pernah lepas dari soal pencahayaan, tapi kita tetap bisa mendapatkan foto bagus meski hanya dengan sedikit pencahayaan. Fotografer yang hanya memotret saat keadaan cuaca sedang cerah sebenarnya justru kehilangan banyak kesempatan emas. Musim hujan yang mendung cocok untuk membuat potrait dan mengabadikan tonal yang lembut dan ketika matahari terbena, terbukalah dunia baru yang penuh dengan kesempatan menarik hingga fajar menyingsing. Berikut ini ada 10 trik untuk mendapatkan foto menarik dengan keadaan pencahayaan yang rendah/low light.
1. eksposur yang panjang. eksposur panjang dapat menguras baterai dengan sangat cepat, jadi sebaiknya carger baterai sampai penuh sebelum berangkat memotret.
2. Fitur seperti Nikon Active D-Lighting (ADL) dan Canon Auto Image Stabilizer dapat membantu memperkuat tampilan area yang lebih gelap pada pemandangan kota di malam hari, sehingga hasilnya manakjubkan.
3. Gunakan tripod. Meski telah menggunakan tripod, guncangan kamera tetap bisa jadi masalah dengan zoom telefoto. mendekatlah pada obyek jika memungkinkan dan gunakan lensa yang lebar atau wide-angle
4. Memotret pada resolusi maksimal kamera dan mengurangi ukuran gambar pada tahap pengolahan merupakan cara cepat dan mudah untuk mengurangi noise pada foto berpencahayaan rencah.
5. Jalanan dan trotoar yang basah cocok untuk merefleksikan lampu kota. Jadi hujan juga bisa menguntungkan.
6. Menggunakan filter efek Cross Screen dan Star. Filter efek cross screen dan star dapat memberisentuhan istimewa pada foto malam yang menangkap cahaya lampu.
7. Menggunakan Flash. Flash berfungsi sempurna pada eksposur panjang untuk potrait yang diabadikan di malam hari, tapi sebaiknya obyek tetap diam selama perekaman cahaya.
8. Trik rapi untuk menciptakan multi eksposur pada kembang api adalah dengan cara menutupi lensa dengan selembar kartu, lalu atur kamera pada Bulb dan buka shutter, kemudian angkat kartu dan pasang kembali kartu di depan lensa setiap kembang api padam.
9. Filter UV cocok untuk melindungi lensa tapi seringkali mengakibatkan timbulnya ghosting pada foto malam. Sebaiknya buka filter dan ganti dengan lens hood.
10. Ketika perlu membekukan gerakan, serta menyeimbangkan flash dengan cahaya yang ada dengan pengaturan iso tinggi, cobalah menggunakan kecepatan shutter flash sync lebih cepat hingga sekitar 1/250.
Demikian 10 trik pemotretan pencahayaan rendah.

Senin, 16 April 2012

Fotografi Lenskap oleh Arbain Rambey


Fotografi lanskap adalah sebuah cabang fotografi mandiri, namun bisa juga menjadi bagian dari Travelling Photography #FL

1. Fotografi lanskap adalah sebuah cabang fotografi mandiri, namun bisa juga menjadi bagian dari Travelling Photography #FL

2. Fotografi Lanskap adalah peluang termudah bagi pemula mendapatkan uang karena cabang ini paling mudah didapatkan dan dilakukan #FL

3. Fotografi Lanskap bahkan bs dilakukan sambil berekreasi. Saat piknik, mending memikirkan foto lanskap daripada memotret diri sendiri #FL

4. Foto lanskap biasanya dipakai u kalender. Lebih dari 50 % kalender bergambar foto lanskap. Jg u poster dan selingan di buku agenda #FL

5. Menjual foto lanskap bisa dimulai dgn menaruhnya di website2 fotografi...kalau bagus, pasti akan ada yg menawar....#FL

6. Kalau sampai bbrp bulan foto lanskap Anda ada di wesite dan tak ada yg menawar: artinya kurang menarik! #FL

7. Foto lanskap tidak mengenal lensa wajib. Semua lensa bisa dipakai dan diperlukan dalam cabang ini #FL

8. Modal utama mdptkan foto lanskap yg baik adl berada di tmpt yg tepat pd wkt yg tepat dgn pencahayaan yg tepat, dgn alat yg tepat pula #FL

9. Foto lanskap bisa didapat dgn sangat tidak sengaja http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=1198429 #FL

10. Fotolanskap jg bisa didapat sekadar dari kamar hotel saat bangun tidur http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=1276701 #FL

11. Foto lanskap jg bisa didapat saat berhenti buang air dari dalam mobil http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=1280226 #FL

12. Foto lanskap sambil hujan? Why not ? http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=787122 #FL

13. Intinya, foto lanskap bisa didapat kapan pun asal Anda selalu siap dgn peralatan yg memadai #FL

14. Foto lanskap secara umum terbagi dua: urban lanscape (perkotaan) dan nature lanscape #FL

15. Urban Lanscape bisa jg didapat sambil bepergian naik pesawat http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=537197 Maka check in awal! #FL

16. NatureLanscape terbaik dibuat pagi hari. Jgn malas bangun pagi, dan jangan begadang! http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=521395

17. Sedangkan UrbanLascape suit diambil pagi krn cahaya matahari kadang tertutup gedung2 tinggi #FL

18. Maka, kadang urban lanscape diambil malam hari sekalian dgn slow speed http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=569405 #FL

19. Selain hujan, mendung pun masih OK untuk foto lanskap http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=478734 #FL

20. Foto lanskap main2? Ya ini: http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=470608 #FL

21. Lanskap kota, kadang butuh tempat yg tinggi http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=401998 #FL

22. Kapan foto lanskap dihitam putihkan ? Jwb: Bila memang warna tidak perlu, serta butuh efek tertentu #FL

23. Contoh foto lanskap BW (hitam putih) http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=384240

24. Manakala pemandangan terlalu "sepi", Anda butuh aksen (misal perahu) http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=401727 #FL

25. Kalau perlu, tukang perahunya dibayar untuk berada di satu posisi http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=378689 #FL

26. Pakai teknik Infra Red ? Why not? http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=355358 #FL

27. Contoh lain Infra Red, karena alamnya sesuai untuk IR http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=291014 #FL

28. Cocok atau tidak cocok foto lanskap dibuat BW atau berwarna, semata selera. Tantangan: apakah selera Anda disukai orang lain ? #FL

29. Contoh foto lanskap dgn IR berwarna, yg warnanya dibuat "lari" http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=262227 #FL

30. Contoh foto lanskap yg "sangat sepi" http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=259911 #FL

31. Contoh foto lanskap dgn komposisi ekstrem http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=256369 #FL

32. Dalam fotografi lanskap, sebaiknya Depth of Field selebar mungkin, maka pakai diafragma sesempit mungkin #FL

33. Ada baiknya menguasai "hyperfocal focus" untuk mendapatkan hasil terbaik. Anda bisa google sendiri untuk penjelasan panjanglebarnya..#FL

34. Teori hyperfocal focus memang baik, tapi kadang bikin rumit. Intinya, pakai diafragma sempit, selesailah sudah secara umum...#FL

35. Penegasan: fotografi lanskap bisa memakai lensa apa saja, tidak semata lensa lebar...#FL

36. Untuk memperkuat hasil foto Anda, filter CPL bisa sangat mendongkrak hasil: menggelapkan langit atau mengurangi efek pantulan #FL

37. Filter CPL adalah salah satu dari beberapa filter yg tidak bisa digantikan software! #FL

38. Filter lain yg sulit digantikan software adalah UV, ND dan juga Gradual ND...#FL

39. Filter yg harga SANGAT MEMPENGARUHI MUTU adalah CPL. ND dan GND cuma agak... #FL

40. Dalam foto lanskap, komposisi tidak pernah diatur sama sekali...tapi secara umum, cakrawala HARUS datar....#FL

41. Untuk bisa menghasilkan foto lanskap yg baik, Anda harus banyak-banyak mengapresiasi foto lanskap yg pernah ada....#FL

42. Kalau akan mengunjungi sebuah tempat, coba googling dulu foto2 ttg tempat itu. Akan sangat membantu. Membuat Anda lebih siap! #FL

43. Mulai membuat foto2 lanskap setiap menjumpai pemandangan yg layak dipotret....#FL

44. Makin sering memotret lanskap danmakin sering menikmati foto lanskap, Anda akan makin mahir....#FL

45. WB untuk foto pagi hari sebaiknya daylight, atau sekalian cloudy untuk hasil ekstrem kuning....#FL

46. Senjata2 wajib "lanscaper": tripod, filter CPL, filter ND, jas hujan dan tisue (untuk lap lensa tiap saat)...#FL

47. Scr umum, foto lanskap memotret dgn membelakangi sumber cahaya. Tp perkecualian: http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=44548 #FL

48. Terakhir: contoh fofo lanskap dgn memasang filter kuning http://www.arbainrambey.com/lihat.php?id=8880 #FL
 

Site Info



free counters

Google PageRank Checker


Followers

.:::Luthfi:::. Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template